Kota suci Dyn Volmus, dua dekade selepas perang darah hitam – di mana antek-antek Empire perlahan menyelusup kedalam ajaran agama suci Vandaria dan keresahan merebak diantara menara-menara pualam Vhranas. Rezim dari kardinal Vhranas baru yang penuh tekanan dan desas-desus pemberontakan suku musadin yang bermukim di padang gurun semakin mendorong kota itu mendekati ujung jurang kekacauan. Dalam keadaan inilah Abel, seorang petarung abadi – datang ke kota tersebut bersama seorang gadis penyair yang membawa ramalan tentang tragedi berdarah yang akan menimpa Dyn Volmus. Tidak ada yang menyangka bahwa kedatangan merekalah yang menjadi pemicu terjadinya rentetan peristiwa yang kemudian akan dikenal sebagai Revolusi Bulan Sabit. Revolusi yang mempertemukan empat orang berbeda latar belakang dan kaum untuk bahu membahu mempertahankan apa yang sama-sama mereka yakini. Revolusi yang kemudian selamanya dihapus dari sejarah kota suci tersebut.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Profil: Azisa Noor
Azisa Noor adalah seorang komikus dan ilustrator yang berbasis di Kota Bandung. Beberapa karyanya telah diterbitkan baik di dalam maupun luar negeri, salah satunya serial Satu Atap yang masih berjalan sampai sekarang. Azisa aktif terlibat dalam komunitas perkomikan indonesia dan bertekad ikut bantu-bantu menjadikan komik Indonesia tuan rumah di negaranya sendiri.



