Budaya

Lokasi-Lokasi Ternama di Vandaria

1. Kota Rimenia

Bernama asli Kota Rimenium, kota ini dibangun pada masa Imperium Rimenia, dan menjadi ibukota dari negeri itu. Di kemudian hari, kota ini menjadi ibukota dari Negeri Nirvana, dan mengalami perubahan nama menjadi Kota Nirvana. Kota ini berlokasi di sebuah pulau di tengah danau; tembok tinggi dan kuat melindungi wilayah kota ini, dan perairan danau di sekitarnya dikawal oleh kapal-kapal tempur. Istana raja yang terletak di dalam kota dapat terlihat menjulang tinggi dari luar danau.

Kota Rimenia

Setelah Negeri Edenion runtuh, ibukota Negeri Nirvana dipindahkan ke Kota Edenia, ibukota Negeri Edenion; Kota Nirvana kemudian mengalami perubahan nama lagi menjadi Kota Rimenia. Ditinjau dari usia (ribuan tahun), keawetan/daya tahan, dan arsitekturnya, Kota Rimenia layak menjadi salah satu dari keajaiban-keajaiban peradaban Vandaria.

2. Kuil Ashikala

Kuil yang sangat kuno ini dibangun pada masa Kerajaan Arengka. Dikisahkan bahwa raja pertama Kerajaan Arengka, Garengkal, memerintahkan pembangunan kuil ini atas saran penasihat kepercayaannya, Samyar. Sang penasihat menunjukkan pada sang raja sebuah lokasi yang sangat keramat, di daerah terpencil di Kerajaan Arengka. Garengkal terpesona oleh keajaiban-keajaiban di lokasi tersebut, lalu setuju untuk membangun sebuah kuil megah di sana, dan memberinya nama Ashikala.

Kuil Ashikala

Hingga berabad-abad kemudian, Kuil Ashikala banyak mendapat kunjungan dari orang-orang yang ingin mereguk keajaiban-keajaibannya. Dikisahkan bahwa apapun yang diinginkan, dapat dikabulkan di kuil itu. Sejumlah pemuka agama ditugaskan mengurus kegiatan-kegiatan di kuil itu, dengan pengawalan dari banyak prajurit.

Kehancuran kuil ini terjadi setelah Samyar menyalahgunakan keajaiban-keajaibannya. Dikisahkan bahwa bencana dan kekacauan melanda seluruh dunia akibat ulah sang penasihat raja. Sejumlah kesatria gagah berani utusan para dewa menyerbu Kuil Ashikala dan mengalahkan Samyar. Setelah pertempuran usai, para kesatria tersebut meruntuhkan Kuil Ashikala, agar keajaiban-keajaibannya tak bisa disalahgunakan lagi.

Diketahui bahwa sejak kehancurannya, Kuil Ashikala tak pernah lagi dibangun. Walau hanya tersisa reruntuhannya, kemegahan sang kuil masih tampak dengan jelas, sebagai buah kemajuan peradaban Kerajaan Arengka.

3. Menara Pelindung Negeri Bersatu

Ini adalah suatu jenis menara yang dibangun di Imperium Amerisia. Tujuan pembangunan menara ini adalah untuk menangkal bencana Grand Ark, yang didalangi Raja Tunggal dari Negeri Nirvana. Pada penghujung penanggalan IV, kaisar Amerisia bernama Kranatal Leiyoun memerintahkan pembangunan serangkaian menara ini, untuk melindungi keseluruhan Imperium Amerisia di Tanah Utama Vandaria.

Pada akhirnya, rangkaian Menara Pelindung Negeri Bersatu hancur bukan akibat bencana Grand Ark, tetapi akibat sabotase yang dilakukan oleh kalangan dalam di Imperium Amerisia. Diketahui bahwa pemicu dari sabotase itu adalah kecurigaan bahwa rangkaian menara ini dibangun untuk melindungi satu bagian saja dari Imperium Amerisia, dan bukannya keseluruhannya.

4. Jalan Eden

Salah satu keajaiban peradaban Vandaria dari masa kuno adalah sebuah jalan raksasa, yang memiliki panjang hingga beribu-ribu kilometer. Jalan yang dikenal dengan nama Jalan Eden ini diciptakan oleh pemerintah Negeri Edenion, untuk mendukung kekuasaan tangan besi mereka atas Tanah Utama Vandaria. Menurut sejumlah catatan sejarah, jalan ini berpusat di Negeri Edenion, dan memberi akses transportasi darat hingga ke berbagai tempat di Tanah Utama Vandaria. Bertahun-tahun setelah keruntuhan Negeri Edenion, Jalan Eden tinggal tersisa sebagian kecilnya saja, yang membentang dari daerah timur Tanah Utama Vandaria hingga daerah tengahnya.

Jalan Eden

Jalan Eden tersusun dari batu-batu yang dikerjakan dengan cermat dan halus, sehingga dapat dilewati oleh kuda dan kereta dengan mulus. Menara-menara pengawasan didirikan di sejumlah titik, dan di sejumlah lokasi dilindungi dengan tembok kuat; setelah keruntuhan Negeri Edenion, menara-menara dan tembok-tembok itu tersisa puing-puingnya saja.

 

Lokasi-Lokasi Ternama di Vandaria

1. Kota Rimenia

Bernama asli Kota Rimenium, kota ini dibangun pada masa Imperium Rimenia, dan menjadi ibukota dari negeri itu. Di kemudian hari, kota ini menjadi ibukota dari Negeri Nirvana, dan mengalami perubahan nama menjadi Kota Nirvana. Kota ini berlokasi di sebuah pulau di tengah danau; tembok tinggi dan kuat melindungi wilayah kota ini, dan perairan danau di sekitarnya dikawal oleh kapal-kapal tempur. Istana raja yang terletak di dalam kota dapat terlihat menjulang tinggi dari luar danau.

Setelah Negeri Edenion runtuh, ibukota Negeri Nirvana dipindahkan ke Kota Edenia, ibukota Negeri Edenion; Kota Nirvana kemudian mengalami perubahan nama lagi menjadi Kota Rimenia. Ditinjau dari usia (ribuan tahun), keawetan/daya tahan, dan arsitekturnya, Kota Rimenia layak menjadi salah satu dari keajaiban-keajaiban peradaban Vandaria.

2. Kuil Ashikala

Kuil yang sangat kuno ini dibangun pada masa Kerajaan Arengka. Dikisahkan bahwa raja pertama Kerajaan Arengka, Garengkal, memerintahkan pembangunan kuil ini atas saran penasihat kepercayaannya, Samyar. Sang penasihat menunjukkan pada sang raja sebuah lokasi yang sangat keramat, di daerah terpencil di Kerajaan Arengka. Garengkal terpesona oleh keajaiban-keajaiban di lokasi tersebut, lalu setuju untuk membangun sebuah kuil megah di sana, dan memberinya nama Ashikala.

Hingga berabad-abad kemudian, Kuil Ashikala banyak mendapat kunjungan dari orang-orang yang ingin mereguk keajaiban-keajaibannya. Dikisahkan bahwa apapun yang diinginkan, dapat dikabulkan di kuil itu. Sejumlah pemuka agama ditugaskan mengurus kegiatan-kegiatan di kuil itu, dengan pengawalan dari banyak prajurit.

Kehancuran kuil ini terjadi setelah Samyar menyalahgunakan keajaiban-keajaibannya. Dikisahkan bahwa bencana dan kekacauan melanda seluruh dunia akibat ulah sang penasihat raja. Sejumlah kesatria gagah berani utusan para dewa menyerbu Kuil Ashikala dan mengalahkan Samyar. Setelah pertempuran usai, para kesatria tersebut meruntuhkan Kuil Ashikala, agar keajaiban-keajaibannya tak bisa disalahgunakan lagi.

Diketahui bahwa sejak kehancurannya, Kuil Ashikala tak pernah lagi dibangun. Walau hanya tersisa reruntuhannya, kemegahan sang kuil masih tampak dengan jelas, sebagai buah kemajuan peradaban Kerajaan Arengka.

3. Menara Pelindung Negeri Bersatu

Ini adalah suatu jenis menara yang dibangun di Imperium Amerisia. Tujuan pembangunan menara ini adalah untuk menangkal bencana Grand Ark, yang didalangi Raja Tunggal dari Negeri Nirvana. Pada penghujung penanggalan IV, kaisar Amerisia bernama Kranatal Leiyoun memerintahkan pembangunan serangkaian menara ini, untuk melindungi keseluruhan Imperium Amerisia di Tanah Utama Vandaria.

Pada akhirnya, rangkaian Menara Pelindung Negeri Bersatu hancur bukan akibat bencana Grand Ark, tetapi akibat sabotase yang dilakukan oleh kalangan dalam di Imperium Amerisia. Diketahui bahwa pemicu dari sabotase itu adalah kecurigaan bahwa rangkaian menara ini dibangun untuk melindungi satu bagian saja dari Imperium Amerisia, dan bukannya keseluruhannya.

4. Jalan Eden

Salah satu keajaiban peradaban Vandaria dari masa kuno adalah sebuah jalan raksasa, yang memiliki panjang hingga beribu-ribu kilometer. Jalan yang dikenal dengan nama Jalan Eden ini diciptakan oleh pemerintah Negeri Edenion, untuk mendukung kekuasaan tangan besi mereka atas Tanah Utama Vandaria. Menurut sejumlah catatan sejarah, jalan ini berpusat di Negeri Edenion, dan memberi akses transportasi darat hingga ke berbagai tempat di Tanah Utama Vandaria. Bertahun-tahun setelah keruntuhan Negeri Edenion, Jalan Eden tinggal tersisa sebagian kecilnya saja, yang membentang dari daerah timur Tanah Utama Vandaria hingga daerah tengahnya.

Jalan Eden tersusun dari batu-batu yang dikerjakan dengan cermat dan halus, sehingga dapat dilewati oleh kuda dan kereta dengan mulus. Menara-menara pengawasan didirikan di sejumlah titik, dan di sejumlah lokasi dilindungi dengan tembok kuat; setelah keruntuhan Negeri Edenion, menara-menara dan tembok-tembok itu tersisa puing-puingnya saja.