Nirvana
Negeri Nirvana adalah salah satu negeri paling ternama di sepanjang sejarah Vandaria. Negeri ini terutama tenar sebagai penghancur Negeri Edenion dan pembawa zaman baru yang penuh kebebasan dan persamaan derajat. Pemimpin ternama dari Negeri Nirvana adalah Raja Tunggal, seorang frameless yang tersohor sebagai abadi dan sakti mandraguna.
Raja Tunggal mendirikan Negeri Nirvana di daerah utara Tanah Utama Vandaria, di tempat yang pernah menjadi pusat dari imperium kuno bernama Rimenia. Kaum manusia dari ras Rimen di daerah itu mendukung Raja Tunggal, dan bersedia menyatakan Negeri Nirvana sebagai tanah air mereka yang baru. Setelah berkembang selama beberapa puluh tahun, Negeri Nirvana mulai memusuhi Negeri Edenion secara terang-terangan. Negeri-negeri dan bangsa-bangsa terjajah di Tanah Utama Vandaria bangkit, dan menjadi sekutu Negeri Nirvana.
Peperangan besar berlangsung di antara pihak Negeri Nirvana dan pihak Negeri Edenion. Negeri Edenion kalah dan runtuh, dan dimulailah era baru di Vandaria. Wilayah kekuasaan Negeri Nirvana membesar, dengan tambahan wilayah Negeri Edenion di daerah timur Tanah Utama Vandaria. Komposisi penduduk Negeri Nirvana juga mengalami perubahan, dengan masuknya kaum manusia dari ras Ameris dan bangsa frameless yang pernah menjadi penduduk Negeri Edenion.
Memasuki era baru di mana kaum frameless dan kaum manusia dipandang sederajat, Negeri Nirvana memposisikan dirinya sebagai pemimpin Vandaria. Kharisma Raja Tunggal mendatangkan rasa hormat dan segan, dan jasa besarnya dalam mengenyahkan Negeri Edenion terus diingat. Raja Tunggal memberi kebebasan bagi segala negeri yang ada untuk mengembangkan diri.
Seiring berlalunya waktu, Raja Tunggal mulai kehilangan minat dalam memimpin negerinya. Ia mulai sibuk dengan urusan-urusan pribadinya, dan lebih tertarik untuk mengumpulkan ilmu dan kesaktian. Sang raja mengangkat beberapa frameless berilmu tinggi sebagai suksesornya, yang menggantikannya memimpin Negeri Nirvana. Mundurnya Raja Tunggal dari pemerintahan Negeri Nirvana membuat situasi di Tanah Utama Vandaria memanas. Kewibawaan Negeri Nirvana menurun di mata negeri-negeri lain. Konflik dan perang bermunculan, semakin lama semakin tak terkendali. Kaum manusia mulai memanfaatkan kebebasan dengan sesukanya.
Raja Tunggal merasa kecewa dengan perubahan situasi di Tanah Utama Vandaria. Sang raja terutama merasa kecewa terhadap kaum manusia, yang seolah menyia-nyiakan jasanya menghentikan tirani Negeri Edenion. Ia mencoba menenangkan dan mendamaikan negeri-negeri yang ada, tetapi tidak banyak berguna. Perang dan konflik terus terjadi, dan Negeri Nirvana menjadi sasaran invasi negeri-negeri lain. Akhirnya Raja Tunggal murka, dan mengerahkan ilmunya untuk menimbulkan bencana Grand Ark, yang memporak-porandakan Vandaria. Negeri Nirvana menjadi hancur dan runtuh, dan riwayatnya pun berakhir.
Banyak yang percaya, bahwa Nirvana tidak pernah runtuh. Dikisahkan bahwa Raja Tunggal menggunakan kesaktiannya untuk menerbangkan Ibukota Nirvana dan melindunginya dengan sihir yang membuatnya tidak terlihat oleh mata awam. Nirvana dipercaya menjadi kerajaan terbang, bahkan hingga di masa modern Vandaria.
