Religi

Keyakinan di Vandaria

Pada intinya, segala religi dan aliran spiritual di Vandaria mengajarkan suatu “jalan kebaikan”, yang bisa disebut sebagai Jalan Ketakterbatasan. Seperti apapun ajaran suatu religi atau aliran spiritual, pada prinsipnya adalah mengenai menjadi baik secara tak terbatas. Sifat “tak terbatas” adalah sesuatu yang secara turun-temurun diakui sebagai baik atau positif oleh segala kalangan di Vandaria. Seluruh religi dan aliran spiritual di Vandaria menekankan pada para pengikutnya untuk berusaha meraih sifat itu, walau derajat penekanannya dan/atau ke-eksplisit-annya dapat berbeda-beda.

Berkaitan dengan “jalan kebaikan” itu, seluruh religi dan aliran spiritual di Vandaria mengakui bahwa ada suatu entitas ketuhanan tertinggi, yang secara umum dikenal dengan nama Yang Sungguh Tak Terbatas. Tidak peduli apakah suatu religi bersifat politheis (menyembah banyak dewa) atau monotheis (menyembah satu tuhan), entitas ketuhanan tertinggi itu pasti akan muncul di ajarannya. Sebagian religi dan aliran spiritual mengajarkan keberadaan entitas itu secara eksplisit, dan sebagian lainnya secara lebih samar.

Jika ada “jalan kebaikan”, tentunya juga ada “jalan keburukan”. Seluruh religi dan aliran spiritual di Vandaria mengajarkan untuk menjauhi “jalan keburukan” itu, yang dapat disebut sebagai Jalan Serba Keterbatasan. Di Vandaria, sifat “serba terbatas” adalah sesuatu yang turun-temurun diakui sebagai buruk dan negatif.

Suatu entitas/makhluk yang disebut “Yang Sungguh Serba Terbatas” menjadi sosok antagonis yang murni jahat/buruk di Vandaria. Dikatakan bahwa Yang Sungguh Serba Terbatas senang membujuk dan menipu seseorang agar tidak menempuh Jalan Ketakterbatasan (“Menjadi ‘tak terbatas’ itu sulit, lebih baik kau berpuas dengan keterbatasan saja,” adalah sebuah bujukan/tipuannya). Semua religi dan aliran kepercayaan di Vandaria mengajarkan mengenai sosok ini, walau wujud dan karakteristiknya tidak pernah benar-benar jelas.

Sebagian kalangan religius di Vandaria menganggap bahwa Yang Sungguh Serba Terbatas adalah Deimos yang berasal dari Alam Kegelapan; anggapan ini disanggah oleh kalangan lain, karena menurut mereka Deimos tidak memiliki sifat “serba terbatas”. Ada pula kalangan religius yang beranggapan bahwa Yang Sungguh Serba Terbatas bukanlah suatu makhluk tertentu, melainkan suatu gelar yang bisa disandang oleh makhluk manapun.

Berbagai Macam Religi

Di sepanjang sejarah Vandaria ada banyak religi dan aliran spiritual yang eksis. Beberapa di antaranya:

1. Vhranas

Vhranas dapat dikatakan sebagai religi terbesar di seluruh Vandaria. Didirikan oleh Raja Tunggal dari Negeri Nirvana, religi politheistik ini kemudian disebarluaskan ke seluruh penjuru Vandaria. Negeri Bedina merupakan pusat kegiatan dari Vhranas, dengan Ordo Vhranas yang dibentuk pada tahun 750 IV sebagai pelaksana resminya.

Secara garis besar, ajaran-ajaran religi Vhranas adalah mengenai pengagungan terhadap entitas-entitas dewata yang disebut sebagai Vanadis. Entitas-entitas tersebut adalah:

  1. Ahura Mazda sang penguasa cahaya dan pemimpin para Vanadis.
  2. Fravardin sang Vanadis penguasa langit.
  3. Dadvah sang Vanadis penguasa lautan.
  4. Mithra sang Vanadis penguasa daratan.
  5. Daena sang Vanadis penguasa kehidupan.
  6. Astrild sang Vanadis penguasa cinta, keindahan, dan kesucian.
  7. Jofur sang Vanadis penguasa keperkasaan dan kekuatan.
  8. Zahm sang Vanadis penguasa perang, kemarahan, dan keberanian.
  9. Tistrya sang Vanadis penguasa kekayaan.
  10. Rashnu sang Vanadis penguasa pengetahuan dan kebijaksanaan.
  11. Vata sang Vanadis penguasa keadilan, kedamaian, dan kebenaran.
  12. Manah sang Vanadis penguasa kematian.
  13. Hormuzd sang Vanadis penguasa kelahiran kembali.

Seorang pengikut religi Vhranas diwajibkan untuk mengagungkan para Vanadis tersebut dengan cara menerapkan ajaran-ajaran mereka dalam kehidupan. Seorang penganut Vhranas dapat mengikuti prinsip-prinsip yang diemban oleh seluruh Vanadis sekaligus, dan dapat juga memfokuskan diri pada prinsip-prinsip beberapa Vanadis saja. Apapun yang ia pilih, terdapat kewajiban untuk mengagungkan Ahura Mazda sang pemimpin para Vanadis, dalam kondisi bagaimanapun juga.

Sebagai lawan dari para Vanadis yang mengemban sifat-sifat positif, diajarkan adanya para Deimos yang memiliki sifat-sifat negatif. Para Deimos tersebut dipimpin oleh suatu sosok yang bernama Angra Mainyu.

Dari religi Vhranas asli yang diciptakan oleh Raja Tunggal, di kemudian hari terbentuklah sejumlah aliran turunannya. Secara prinsipil tidak terdapat perbedaan di antara Vhranas orisinil dan aliran-aliran turunannya tersebut. Aliran-aliran tersebut adalah:

1) Zalem Vhranas

Aliran turunan dari Vhranas ini secara khusus mengagungkan tiga entitas Vanadis yang condong pada kedamaian dibanding pertikaian. Tiga Vanadis tersebut adalah Vata sang Vanadis Keadilan, Kedamaian, dan Kebenaran; Rashnu sang Vanadis Kebijaksanaan; dan Daena sang Vanadis Kehidupan. Vanadis-Vanadis selain ketiga Vanadis tersebut relatif jarang disebut-sebut dalam kegiatan-kegiatan religius aliran ini.

2) Vhranashtar

Aliran turunan dari religi Vhranas yang dikenal dengan nama Vhranastar mengagungkan suatu entitas Vanadis yang tidak ditemukan di religi aslinya. Entitas tersebut disebut dengan nama Ashtar, bergelar “Sang Terang Nan Gelap”. Ashtar diagungkan di aliran ini dengan derajat yang melebihi Vanadis bernama Ahura Mazda, yang dianggap tertinggi di religi Vhranas yang asli.

3) Artura Vhranas

Aliran Artura Vhranas berpusat pada pengagungan yang teramat sangat pada entitas Vanadis tertinggi, yaitu yang bernama Ahura Mazda. Pengagungan itu sedemikian hingga menjurus pada religi monotheistik, dengan ke-12 Vanadis lain dipandang bukan sebagai Vanadis tetapi sebagai ajudan-ajudan Ahura Mazda yang taat dan bergantung penuh padanya.

4) Thart’a Vhranas

Aliran Thart’a Vhranas umumnya dianut di kalangan ras Ameris di daerah timur Tanah Utama Vandaria. Aliran ini memiliki sifat yang pantheistik (memandang dunia fisik/kasat mata sebagai perwujudan dari dewa/tuhan) dalam memandang para Vanadis yang diagungkan di religi Vhranas. Setiap Vanadis yang ada dianggap diwakili suatu bentuk fisik tertentu dari Vandaria:

  1. Ahura Mazda dianggap mewakili bintang di tata surya Vandaria..
  2. Fravardin dianggap mewakili langit dari Vandaria.
  3. Dadvah dianggap mewakili lautan dan segala badan air di Vandaria.
  4. Mithra dianggap mewakili tanah yang relatif datar di Vandaria.
  5. Daena dianggap mewakili segala macam makhluk bernyawa di Vandaria.
  6. Manah dianggap mewakili area bawah tanah di Vandaria.
  7. Rashnu dianggap mewakili bulan dari Vandaria.
  8. Tistrya dianggap mewakili bahan-bahan tambang di Vandaria.
  9. Vata dianggap mewakili es di Vandaria.
  10. Zahm dianggap mewakili segala jenis api dan benda-benda bersuhu sangat tinggi di Vandaria.
  11. Astrild dianggap mewakili tumbuhan di Vandaria, terutama berbagai jenis bunga.
  12. Jofur dianggap mewakili bukit dan gunung di Vandaria.
  13. Hormuzd dianggap mewakili angin di Vandaria.

2. Vanaadinnahkah

Vanaadinnahkah adalah religi kuno yang dianut oleh kaum frameless pada masa sebelum keruntuhan Negeri Edenion. Raja Tunggal dari Negeri Nirvana kemudian mengembangkan religi ini menjadi religi Vhranas.

Dari segi ritual-ritual peribadatan, Vanaadinnahkah dan Vhranas memiliki banyak kemiripan. Perbedaan paling utama dari dua religi itu adalah cara pandang terhadap kaum manusia: Vhranas memuliakan kaum manusia dan menganggapnya setara dengan kaum frameless, sedangkan Vanaadinnahkah menganggap bahwa kaum manusia adalah inferior atau bahkan terkutuk.

Serupa dengan Vhranas, Vanaadinnahkah mengagungkan 13 entitas Vanadis:

  1. Ahhaerah Maszah sang penguasa cahaya dan keteraturan, dan pemimpin para Vanadis.
  2. Faerdahvah sang penguasa langit dan penjaga gerbang Alam Eden.
  3. Syivasta sang penguasa lautan.
  4. Miitraela sang penguasa daratan.
  5. Daelaana sang pengatur dan pemelihara kehidupan.
  6. Astriyaana sang maha indah.
  7. Jafuurah sang maha perkasa.
  8. Muerkah sang penguasa peperangan, kemarahan, dan pengambilan paksa.
  9. Tistriya sang pemilik dan penjaga seluruh kekayaan.
  10. Izaeguud sang perengkuh pengetahuan dan rahasia.
  11. Eedin sang pemelihara masyarakat, keteraturan, dan penegakan hukum.
  12. Zael sang pengatur kematian, rasa sakit, dan penderitaan.
  13. Jiwandaaru sang penggembala arwah (pengatur perjalanannya di dunia arwah, dan juga kelahirannya).