Tokoh

Raja Tunggal

Sang Raja Tunggal

Salah seorang tokoh paling berpengaruh di sepanjang sejarah Vandaria adalah Raja Tunggal. Ia dikenal di sejarah Vandaria sebagai seorang frameless yang membebaskan kaum manusia, dan memulai Era Persamaan Derajat Manusia-Frameless. Jasanya sangat besar dalam meruntuhkan Negeri Edenion yang tiran; tetapi di kemudian hari, jasa itu seolah tiada artinya lagi, setelah ia berbalik menjadi sosok tiran juga.

Menjelang masa penanggalan IV, Raja Tunggal mendatangi daerah utara Tanah Utama Vandaria, lalu mendirikan Negeri Nirvana. Kaum manusia dari ras Rimen di daerah itu berhasil disatukannya, setelah ia menunjukkan bahwa dirinya adalah frameless yang sama sekali berbeda. Sosoknya yang selalu bertopeng memberi impresi yang menakjubkan; kaum manusia tak menyangka bahwa di kalangan frameless, ada seorang yang seia sekata dengan mereka.

Setelah membesarkan dan mengembangkan negerinya, Raja Tunggal memberanikan diri untuk berperang dengan Negeri Edenion. Sejumlah pertempuran dimenangkannya, yang menaikkan pamornya di mata bangsa-bangsa di Tanah Utama Vandaria. Sekutu-sekutu ditariknya untuk mendukung usahanya membebaskan Tanah Utama Vandaria dan kaum manusia. Perjuangannya terus berlanjut, hingga berakhir pada keruntuhan Negeri Edenion dan dimulainya era baru.

Di awal Era Persamaan Derajat Manusia-Frameless, kehidupan di Tanah Utama Vandaria berjalan damai dan tentram. Raja Tunggal membebaskan bangsa-bangsa manusia untuk tumbuh dan berkembang. Euforia melanda kaum manusia, menyebabkan mereka berbuat sesukanya, hingga akhirnya melanggar batas. Peperangan dan konflik memanaskan Vandaria. Raja Tunggal mencoba bersabar, dan menghimbau agar kebebasan yang ia berikan digunakan dengan lebih bertanggung jawab. Tetapi kaum manusia tidak mengindahkannya. Akhirnya Raja Tunggal tak dapat lagi menahan kekecewaannya; dikerahkannya ilmunya, dan diciptakannya bencana Grand Ark yang memporak-porandakan Vandaria.

Raja Tunggal berubah menjadi tiran yang mengekang Vandaria, serupa dengan Negeri Edenion yang pernah ia gulingkan. Kekecewaannya begitu besar, membuatnya berubah menjadi kejam dan berperasaan dingin. Siapapun yang hendak menentang tiraninya, akan dimusnahkan tanpa ampun dengan ilmunya. Sang raja akhirnya dikalahkan dalam sebuah perang besar, yang melibatkan seluruh elemen di Vandaria. Walau dikalahkan, Raja Tunggal tidaklah mati. Jasadnya disegel di dalam bumi Vandaria menggunakan tujuh buah kunci. Ketujuh kunci ini, dalam sejarah disebut dengan Bola Frameless, kemudian disebar ke seluruh penjuru Vandaria untuk mencegah sang raja bangkit kembali.